SAATNYA SUPERVISI SILANG ANTAR SEKOLAH DIUJICOBAKAN

Oleh: Suhardin,S.Pd.,M.M.
Pengertian Program Supervisi Silang Antar Sekolah
Program Supervisi Silang Antar Sekolah adalah sebuah program kolaboratif di mana guru atau kepala sekolah dari satu satuan pendidikan (sekolah) melakukan supervisi atau observasi pembelajaran di sekolah lain. Program ini merupakan inovasi dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran melalui pertukaran praktik baik. Konsep dasarnya adalah "belajar dari rekan sejawat," di mana setiap sekolah tidak hanya menjadi objek supervisi, tetapi juga subjek yang memberikan supervisi. Hal ini berbeda dengan supervisi konvensional yang biasanya dilakukan oleh pengawas sekolah atau kepala sekolah internal.
Latar Belakang
Program ini dilatarbelakangi oleh beberapa tantangan dalam sistem pendidikan, antara lain:
1. Keterbatasan Sumber Daya Internal: Banyak sekolah, terutama di daerah terpencil atau pinggiran, menghadapi keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam supervisi. Supervisi silang memungkinkan sekolah-sekolah ini mendapatkan masukan dari pihak luar yang mungkin memiliki perspektif dan pengalaman berbeda.
2. Meningkatkan Objektivitas: Supervisi yang dilakukan oleh pihak internal terkadang kurang objektif karena adanya hubungan personal atau hierarki. Supervisi silang oleh pihak eksternal dapat memberikan evaluasi yang lebih netral dan jujur.
3. Penguatan Kolaborasi: Dunia pendidikan modern menuntut kolaborasi antar sekolah. Program ini mendorong terjalinnya jejaring dan komunikasi yang erat antar satuan pendidikan, yang pada akhirnya dapat memperkuat ekosistem pendidikan secara keseluruhan.
4. Diseminasi Praktik Baik: Setiap sekolah memiliki keunggulan dan praktik baiknya masing-masing. Supervisi silang menjadi wadah efektif untuk menyebarkan praktik-praktik sukses ini ke sekolah lain.
Tujuan
Tujuan utama dari Program Supervisi Silang Antar Sekolah adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara holistik. Secara lebih rinci, tujuannya meliputi:
1. Meningkatkan Kualitas Guru: Memberikan umpan balik yang konstruktif dan bervariasi kepada para guru, membantu mereka mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu diperbaiki dalam metode pengajaran mereka.
2. Mendorong Inovasi: Memperkenalkan ide-ide dan strategi pengajaran baru dari sekolah lain, yang dapat menginspirasi guru untuk berinovasi di kelas mereka sendiri.
3. Mengembangkan Profesionalisme Guru dan Kepala Sekolah: Program ini memberikan kesempatan bagi guru dan kepala sekolah yang bertindak sebagai supervisor untuk mengasah keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan evaluasi.
4. Membuka Wawasan: Memberikan pengalaman berharga kepada para peserta untuk melihat langsung bagaimana praktik pembelajaran dilakukan di lingkungan sekolah yang berbeda.
Kelebihan
Program Supervisi Silang Antar Sekolah memiliki beberapa kelebihan signifikan:
1. Saling Belajar (Peer Learning): Program ini menciptakan budaya saling belajar di antara sekolah. Guru dan kepala sekolah belajar dari pengalaman rekan-rekan mereka, bukan hanya dari atasan.
2. Efisiensi Biaya: Dibandingkan dengan mendatangkan konsultan pendidikan dari luar, program ini jauh lebih efisien dari segi biaya, karena mengoptimalkan sumber daya yang sudah ada di dalam sistem pendidikan.
3. Meningkatkan Keterbukaan: Program ini mendorong keterbukaan dan transparansi di antara sekolah-sekolah. Sekolah tidak lagi merasa "kompetitor" tetapi "mitra" dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
4. Pengembangan Kompetensi: Guru yang bertugas sebagai supervisor akan mengembangkan kemampuan observasi, analisis, dan memberikan umpan balik yang terstruktur. Ini adalah keterampilan profesional yang sangat berharga.
Kelemahan
Meskipun banyak kelebihan, program ini juga tidak luput dari beberapa kelemahan yang perlu diantisipasi:
1. Potensi Subjektivitas: Meskipun tujuannya adalah objektivitas, masih ada kemungkinan bias personal dari supervisor. Supervisor yang tidak terlatih dengan baik mungkin kesulitan memberikan evaluasi yang adil dan membangun.
2. Keterbatasan Waktu dan Sumber Daya: Pelaksanaan program ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit dari guru dan kepala sekolah. Jadwal yang padat dapat menjadi hambatan.
3. Resistensi dari Pihak Sekolah: Beberapa sekolah mungkin merasa tidak nyaman atau enggan untuk "diawasi" oleh pihak luar. Hal ini memerlukan pendekatan yang sangat hati-hati dan persuasif.
4. Kurangnya Standarisasi: Tanpa panduan dan kriteria yang jelas, hasil supervisi dapat bervariasi. Perlu ada standarisasi yang kuat untuk memastikan program ini berjalan efektif dan hasilnya dapat diukur
Kesimpulan
Program Supervisi Silang Antar Sekolah merupakan inisiatif yang sangat prospektif dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Dengan pendekatan kolaboratif dan saling belajar, program ini dapat mengatasi beberapa kelemahan sistem supervisi tradisional. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada komitmen, perencanaan yang matang, dan pelatihan yang memadai bagi para pesertanya. Dengan demikian, Program Supervisi Silang Antar Sekolah layak untuk menjadi salah satu agenda utama dalam pengembangan profesionalisme guru dan kepala sekolah di Indonesia.