PERNAK-PERNIK UNGKAPAN RASA SISWA ATAS KEBAIKAN HATI GOW KOTA BIMA

KOTA BIMA — Kebaikan adalah bahasa universal yang mampu menyentuh hati siapa saja, termasuk para siswa. Hal ini terlihat jelas dari respons beberapa siswa berprestasi di SMPN 10 Kota Bima yang baru saja menerima bantuan dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bima. Pesan sederhana namun mendalam yang disampaikan oleh Ketua GOW, Ny. Jumariah Feri Sofyan, "Rajin sholat dan jaga kebersihan, keindahan, sehat, dan asri ya," meninggalkan kesan yang mendalam bagi mereka.
Lima dari beberapa siswa SMP Negeri 10 Kota Bima tersebut, yang memiliki latar belakang dan prestasi berbeda, mengungkapkan rasa terima kasih mereka.
Nur Sahara, siswa berprestasi yang mewakili Kota Bima dalam lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN-P) NTB 2025, merasa terharu dengan perhatian yang diberikan. "Pesan Ibu Jumariah mengingatkan saya bahwa di samping mengejar prestasi akademik, kita tidak boleh melupakan hal-hal dasar seperti ibadah dan menjaga lingkungan. Ini memotivasi saya untuk berjuang lebih keras, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Wandra, Duta Bisa Kolo Makakila, melihat pesan tersebut dari sudut pandang yang lebih luas. "Sebagai duta Bisa Kolo Makakila, saya sadar bahwa kebersihan dan keindahan adalah kunci. Pesan ini menegaskan kembali betapa pentingnya peran kita semua, tidak hanya pemerintah, dalam menjaga keasrian kota. Ini adalah pengingat untuk selalu menjadi contoh yang baik," kata Wandra.
Sementara itu, Fani, yang dikenal sebagai ahli ibadah salat Dhuha, merasa pesan tersebut sangat relevan dengan dirinya. "Pesan untuk rajin salat itu benar-benar menyentuh. Rasanya seperti ada yang menguatkan saya untuk terus istiqamah. Bantuan ini tidak hanya berwujud materi, tapi juga dukungan moral yang sangat berharga," ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Aisyah, seorang hafidzah, yang menganggap pesan itu sebagai pengingat akan pentingnya menjaga kesucian diri. "Sebagai penghafal Al-Qur'an, saya diajarkan untuk menjaga kebersihan lahir dan batin. Pesan dari Ibu Jumariah ini sejalan dengan ajaran agama, mengingatkan kita bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Saya sangat bersyukur atas bantuan dan nasihatnya," tutur Aisyah.
Terakhir, Puteri, model program LAJUMA (Literasi Juz Amma), melihat pesan ini sebagai dorongan untuk terus mengamalkan ilmu yang dipelajari. "Program LAJUMA mengajarkan saya untuk tidak hanya membaca, tapi juga mengamalkan isinya. Pesan dari Ketua GOW menginspirasi saya untuk menjadi agen perubahan, dimulai dari diri sendiri, dengan menjaga kebersihan dan lingkungan. Terima kasih banyak atas kepeduliannya," kata Puteri.
Melalui bantuan dan pesan yang diberikan, GOW Kota Bima tidak hanya meringankan beban materi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Respons tulus dari kelima siswa ini menjadi bukti bahwa kepedulian yang tulus dapat menciptakan gelombang positif yang luas dan berkelanjutan.